Saturday, August 6, 2016

Menjajal Remix OS Marshmallow Versi 3

Well, semenjak saya harus menggunakan boot argumen tertentu untuk bisa masuk ke Remix OS versi 2 karena tidak kompatibel dengan Nvidia Optimus disini, karena itu saya menunggu sekali update Remix OS yang terbaru ini. Ya, kabarnya pada Remix OS versi 3 ini sudah menggunakan Androidx86 6.0 Marshmallow sebagai base-nya. Tanpa pikir panjang begitu update dirilis, saya langsung eksekusi di notebook saya.

Dan benar saja, saya tidak perlu lagi menambahkan boot argumen nouveau.modeset=0, Remix OS sekarang bisa boot dengan benar pada Nvidia Optimus. Oh iya, kurang lengkap rasanya jika saya tidak share sedikit bagaimana "rupa" dari Remix OS versi 3 ini di notebook saya. Monggo silakan diliat sob:

remixm_agus_desktop
Tampilan Desktop Remix OS versi 3. Dengan ciri khas-nya; Android yang identik dengan UI untuk PC.
remixm_agus_start
Launcher aplikasi nya tidak jauh berbeda dengan versi sebelumnya.
remixm_agus_notif
Nah tampilan Notification nya lebih "material" dan "fresh".
remixm_agus_fileman
Ciri khas File Manager Remix yang PC banget.
remixm_agus_settings
Tampilan Settings nya masih ber-"wajah" Android.
remixm_agus_ota
Tersedia OTA updater.
remixm_agus_internet
Test browsing internet.
remixm_agus_gapps
GAPPS(Google Apps) sebenarnya sudah tersedia di Remix OS versi 3 ini. Kita hanya perlu mengaktifkannya, biar bisa menikmati layanan Google.
remixm_agus_tap
Testing Google Now On Tap. Fitur khusus Google Now untuk Android 6.0.
remixm_agus_gaming
Pengalaman dalam bermain Games (Gaming Experience) pun ditingkatkan pada versi ini. Sobat sekarang bisa meng-emulate WSAD keys untuk mengontrol Games(kayak di emulator Android itu lho)
remixm_agus_about
Remix OS Marshmallow

Nah gimana sob? Tentunya dengan Marshmallow sebagai base-nya menghadirkan pengalaman dalam menggunakan Remix OS ini lebih ditingkatkan. Menurut saya sih, lebih stabil dari versi sebelumnya. Oh iya, pada versi ini sobat tak perlu repot lagi rooting, karena sudah tersedia in-built root lho. Xposed pun masih bisa berjalan baik, ya meski error log nya menyedihken, hehe.

Oke, sekiranya sekian dulu share dari saya. Apabila ada salah kata atau informasi mohon di maafken sob. Akhir kata saya ucapkan Wassalam. Budayakan selalu do with your own risk!
Share:

Friday, August 5, 2016

Menjajal Windows 10 Anniversary Update (Redstone 1) Di Acer V5-471G

Pada awal Agustus 2016 ini Microsoft mengeluarkan sebuah "big" update pertama untuk Windows 10. Ya, setelah setahun peluncuran Windows 10 pertama Juli 2015 lalu, inilah update yang membawa segudang pembaruan untuk Windows 10. "big" update ini dinamakan Windows 10 Anniversary Update a.k.a Windows 10 build 1607 a.k.a Windows 10 Redstone 1. Yang namanya "big" tentunya bukan hal yang sedikit donk sob, karna sobat akan mengupdate dengan file berukuran 2GB-an lebih.

Dan kemarin saya sudah mencoba menjajal update ini di notebook saya. Berhubung saya sudah lama tak cek Windows Update, untuk itu saya upgrade nya lewat ISO aja sih, hehe. Kalo sobat mau upgrade juga, silakan cek Windows Update, atau bisa juga download ISO terbaru nya.

Dan berikut sedikit pengalaman saya sewaktu menjajal update ini:

redstone_agus_install
Saya upgrade menggunakan ISO sob.
redstone_agus_desktop
Dan inilah tampilan Desktop setelah upgrade. Tidak ada banyak perubahan kayanya.
redstone_agus_explorer
Tampilan Windows Explorer tidak berubah.
redstone_agus_start
Nah start menu ada sedikit perubahan sob. Kita bisa menambah lebih banyak tiles.
redstone_agus_action
Action Center juga lebih interaktif.
redstone_agus_settings
Settings tidak banyak berubah. Hanya ada tambahan icon kecil disetiap judulnya.
redstone_agus_dialog
Dialog konfirmasi berubah nih.
redstone_agus_about
Windows 10 Build 1607

Katanya di update ini, Microsoft menambahkan fitur "bash" di terminal, mana??? Memang benar sob, Microsoft bekerja sama dengan Canonical(yang bikin Ubuntu itu) menghadirkan Bash di Windows 10 Anniversary Update ini, tapi itu bagi pengguna insider build, untuk sementara. Berhubung saya hanya pengguna "biasa", jadi nya saya tidak bisa mencoba fitur tersebut.

Nah kiranya itulah sedikit share pengalaman saya sewaktu pertama kali menjajal Windows 10 Anniversary Udpate. Sepertinya saya harus utak-atik lebih dalam lagi sob. Dan kalo sobat ingin tau yang lebih, silakan upgrade Windows 10 sobat ya!

Akhir kata saya mengucapkan banyak maaf jika ada salah kata. Jika sobat ingin share juga pengalaman menggunakan update ini, bisa dishare di kolom komentar ya, wassalam.
Share:

Sunday, July 31, 2016

Cara Install Xposed Framework Di Remix OS

Halo sobat selamat hari Minggu. Sejak pertama kali saya tau tentang Remix OS, saya sangat "excited" sekali. Mungkin inilah sebuah revolusi untuk membawa OS Mobile Android ke ranah PC/Notebook, alah lebay, hehe. Namun, ada satu hal yang membuat saya penasaran, dari awal saya mengenal Remix OS sampai hari ini, yaitu menjalankan Xposed Framework. How to install Xposed Framework on Remix OS, man? Kalian tentu sudah tau apa itu Xposed? Apalagi kalo kalian adalah orang yang mencintai oprek-mengoprek Android.

Saya sudah melakukan segala cara untuk menginstall Xposed di Remix OS namun gagal, mengingat belum ada emulator untuk recovery nya. Saya sudah tanyakan ke forum XDA, namun sepertinya development untuk Remix OS ini masih sepi(waktu itu), makanya mungkin orang belum tertarik untuk menghajar Xposed ke Remix OS. Sampai-sampai saya tidak menyadari bahwa update Remix OS bulan April tidak bisa jalan di Nvidia Optimus saya, haha (artikel disini). Ternyata, Xposed sendiri belum ada yang versi platform X86_64, yang baru ada cuma X86. Saya pun memutuskan menyerah untuk mencoba Xposed di Remix OS ini, hmmm.

Namun subuh hari ini saya menemukan pencerahan, ketika ngoprek MIUI punya adek saya, dan saya melihat sebuah thread yang membikin saya gembira, hehe. Yup, thread disini menyediakan pelbagai installer Xposed Framework untuk MIUI. Lho apa hubungan nya ke MIUI sih? Inikan Android platform X86_64? Justru itu sob, MIUI adalah satu-satu nya (setau saya) yang menghadirkan platform Android X86_64 di mobile, yaitu lewat Mi Pad nya. Sekarang kembali ke topik, di thread forum tersebut TERNYATA menyediakan versi Xposed untuk X86_64.

Tanpa pikir panjang saya langsung download dan install manual ke system(sebelumnya saya coba Flashfire namun gagal, blank). Sambil harap-harap cemas menunggu reboot, nikmati secangkir kopi dulu subuh-subuh, hehe. Dan ternyata sob, berhasil! Xposed Framework bisa berjalan di Remix OS saya, yessss! Gimana? Penasaran? Oke sob, disini saya akan langsung beri pencerahan kepada sobat yang juga ingin install manual Xposed Framework ini di Remix OS.

1. Ingat sob, semua prosedur yang saya lakukan, saya eksekusi di Remix OS versi 2.0.205 dan Ubuntu 16.04.

2. Download Xposed Framework SDK22 untuk platform X86_64 di thread diatas, yang khusus buat Mi Pad.

3. Masuk ke Ubuntu. Disini kita akan mengedit file system.img punya Remix OS, dan manual ekstrak Xposed nya. Mount read&write file system.img yang punya Remix OS. Saya mount pake command ini di terminal mount -o loop,rw -t ext4 system.img tmp/ (harus root yah). Nanti dia akan mount system.img ke folder tmp di direktori yang sama.

4. Sobat buka file zip installer Xposed tadi, akan ada folder system, di folder system akan ada file Xposed nya. Nah yang perlu sobat lakukan adalah ekstrak sesuai dengan folder nya, misal, file yang ada di folder bin ekstrak ke folder bin di system yang kita mount tadi.

5. Anggaplah sobat sudah ekstrak semua ke system yang di mount tadi. Sekarang sobat perlu repair permission file-file tersebut:
Untuk file app_process32_xposed, app_process64_xposed, dex2oat, oatdump, dan patch2oat lakukan chmod 755.
Untuk file XposedBridge.jar lakukan chmod 644.
Untuk file xposed.prop lakukan chmod 644.
Dan untuk file-file di dalam folder lib dan lib64 nya lakukan chmod 644 juga.

6. Sekarang umount tmp untuk unmount system.img. Dan copy system.img yang kita edit tersebut ke folder Remix OS dimana sobat menginstallnya.

7. Sekarang coba lakukan boot ke Remix OS. Kalau sobat melakukannya dengan benar, bisa dipastikan Xposed sudah terpasang di Remix OS sobat. Kalau enggak ya, bisa bootloop, muehehee.

8. Done, alhamdulillah. Sekarang tinggal install Modules kesukaan sobat. Tapi ingat, jangan sembarangan pasang Module kalau tak ingin bootloop, mengingat versi Android X86_64 belum banyak dapat dukungan.

Sekarang tak afdol rasanya jika saya tidak menampilkan screenshot nya yah:

Xposed On Remix OS
Xposed Framework on Remix OS.
Xposed On Remix OS
Xposed Modules, Lucky Patcher sorry, hehe.
Xposed On Remix OS
Remix OS Version

Gimana sob? Percaya kan? Hehe. Saya sudah coba beberapa module, dan saya nyatakan module berjalan baik. Namun, di Xposed log saya mendapati banyak sekali log error nya, haha. Tapi tidak mempengaruhi ke kinerja sistem kok sob (sejauh yang saya rasakan). Nah, jika sobat ingin memasang juga, saya doakan berhasil.

Sekiranya sekian dulu tips(trik) dari saya ini, apabila ada salah kata mohon maaf sob. Dan kalau sobat punya cara yang lebih gampang, saya akan senang sekali jika sobat membaginya disini, sama-sama belajar kita. Akhir kata saya tuliskan, wassalam. Ingat selalu budaya do with your own risk!

Update:
Saya melakukan update ke Remix OS M versi 3. Download Xposed dari thread diatas yang untuk SDK23, lakukan prosedur sama seperti yang diatas. Jika dilakukan dengan benar, maka Xposed akan berjalan baik.
remix_agus
Xposed on Remix OS M
Update:
Bagi saya harus menggunakan root-nya dari SuperSU, biar Xposed nya bisa aktif.

Update:
Tanpa SuperSU Xposed masih bisa aktif, sobat hanya perlu untuk symlink(symbolic link):
Masuk ke Ubuntu, mount system.img untuk kita edit, pertama ganti nama dulu app_process32 dan app_process64 menjadi app_process32_original dan app_process64_original (buat jaga-jaga). Buka terminal pastikan arahkan ke folder bin yah:
Untuk Remix 32bit jalankan: ln -s /system/bin/app_process32_xposed /system/bin/app_process32
Untuk Remix 64bit jalankan: ln -s /system/bin/app_process64_xposed /system/bin/app_process64
Kalo sudah, unmount system.img, dan coba boot ke Remix OS lagi, kalau berhasil Xposed akan aktif.

Update again:
Do you want a systemless Xposed? Check out this thread...!

Cheers
Share:

Sunday, July 17, 2016

Bermain Pokemon Go Menggunakan Emulator Di PC

Tak perlu saya jelaskan lagi apa itu game Pokemon Go! Game yang membuat sebagian besar pengguna smartphone ber-euforia saat ini. Namun, bagi sobat yang tidak bisa memainkan game ini di smartphone karena spesifikasi terbatas, atau sobat tinggal di daerah (maaf) pinggiran yang sepi bahkan tidak ada pokemon, haha. Kebetulan artikel ini akan membantu sobat yang mempunyai masalah itu. Saya juga mengalami masalah itu sob. Sebenarnya, smartphone saya sudah bisa memainkan game ini, cuma ya berhubung aktifitas bekerja berada di daerah sepi peradaban a.k.a hutan, toh jadi sia-sia, ga ada juga pokemon di hutan.

Namun saya jadi teringat Emulator Android yang banyak tersedia untuk PC. Ya, salah satu fitur yang "wajib" ada di sebuah Emulator Android adalah "Virtual Location", ya boleh dibilang Fake Location. Fitur ini kerjanya "menipu" si Android, seakan-akan kita berada di daerah tertentu. Misal, saya sedang berada di rumah, dengan Virtual Location saya bisa set ke kota New York, sehingga sistem mengira saya berada di New York. Untuk itu munculah ide saya, kalo di hutan gini, kenapa gak memanfaatkan fitur "Virtual Location" ini untuk memainkan game Pokemon Go? Haha.

Cara nya cukup mudah sob, sobat bisa menggunakan pelbagai Emulator Android yang bertebaran di internet. Tapi harus dipilih yang Android nya sudah versi 4.4 keatas ya, juga ada fitur "Virtual Location". Install emulator tersebut di PC atau Laptop sobat, dan tinggal pasang apk Pokemon Go di dalam emulatornya, ingat versi Pokemon Go nya harus yang terbaru yah, biar bisa jalan di platform Android x86_64.

Anggaplah sobat berhasil install Emulator, dan install game nya, sekarang disimak cara biar kita bisa main ke luar negri, haha:

1. Buka game Pokemon Go di dalam Emulator

pokemon_agus

2. Login menggunakan akun Gmail sobat

pokemon_agus

3. Nah, hal pertama yang harus sobat lakukan adalah setting WSAD keys nya, biar itu karakter bisa jalan menggunakan keyboard.

pokemon_agus

4. Lalu keluar dulu dari aplikasi Pokemon Go.

5. Kemudian, tinggal sobat setting Virtual Location nya mau kemana, ke luar negri terserah, haha. Kalau saya disini di set ke kota Pelaihari, lalu tekan OK dan baaam! Walau saya tinggal di hutan, tapi saya tetap bisa bermain di kota, wkwkwk.

pokemon_agus

Gimana sob? Gampang syekali bukan? Sekarang sobat bisa main dimana aja deh, tanpa harus jalan jauh-jauh. Tapi bagus nya jalan sih, biar sehat. Jangan lupa juga kalo nyari Pokemon sampai ke Masjid, absen dulu sama Tuhan! Oh iya, sobat harus hati-hati kalau menggunakan fitur ini ya! Karena sobat bisa saja terkena soft banned atau bahkan banned sampai berjam-jam. Jadi, bijak lah memakai fitur Fake Location ini.

Saya sarankan, pindah tempatnya jangan terlalu ekstrim atau jauh dalam waktu singkat. Misal, awal main sobat set di kota Jakarta, eh setelah 5 menit main sobat ubah ke kota Istanbul, ini yang bisa kena soft banned. Jadi, usahakan perpindahan lokasi ini secara "wajar". Awalnya saya kira server Pokemon ini gobl*k, eh ternyata pinter juga yah sob, hehe. Oke sekiranya sekian dulu info dari saya, kalau ada salah kata mohon dimaafkan ya.

Budayakan selalu perilaku DO WITH YOUR OWN RISK sob ;-) Wassalam

Update:
Niantic akan memberlakukan PERMANEN banned bagi akun yang ketahuan menjalankan game ini di dalam emulator atau menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mendeteksi Pokemon. Jadi, waspadalah! Waspadalah!

Share:

Monday, July 4, 2016

Mengatasi Layar Hitam (Black Screen) Remix OS Di Nvidia Optimus

Halo sobat, sudah install pembaruan dari Remix OS yang terbaru? Bagi yang punya GPU bawaan intel sepertinya tidak ada masalah dengan graphic. Namun bagi pengguna dual graphic, sepertinya harus bekerja lebih ekstra biar GUI Remix OS bisa jalan. Hal ini juga terjadi dengan saya. Pada versi Alpha, tidak ada masalah dengan dual graphic, kalau di notebook saya menggunakan Nvidia Optimus. Namun ketika di update ke versi Beta masalah itupun muncul.

Ketika saya install update Remix OS di hardisk, proses booting kernel berjalan lancar, namun setelah itu stuck, tidak bisa masuk GUI. Hanya muncul layar hitam blank (black screen), waduh. Saya coba tungguin sekitar 30 menit, tetap saja blank, hmmm pasti ini bermasalah pikir saya. Saya coba langsung cari info ke forum empunya Remix OS, katanya ada yang nunggu 2 jam baru bisa masuk GUI. Wah, kurang kerjaan banget kan sob jika harus menunggu 2 jam.

Lanjut cari info ke situs lain, ada katanya mesti memilih resolusi yang "pas" buat Remix OS nya dengan menambahkan parameter: vga=ask. namun, cara tersebut tetap gagal bagi saya. Setelah berkelana beberapa saat, ternyata ada jawaban yang memberi pencerahan. Versi beta dari Remix OS memang belum compatible (cocok) dengan beberapa GPU, misal Nvidia dan AMD. Dan itu lah yang menyebabkan layar hitam blank sesudah booting tadi. Langsung saya mulai berfikir untuk disable Nvidia Optimus di laptop saya, siapa tau bisa kaya Hackintosh, hihi.

Ternyata kita memang bisa disable(mematikan) Nvidia Optimus dan hanya mengaktifkan GPU bawaan Intel saja di Remix OS. Tentunya bukan menggunakan DSDT seperti di Hackintosh. Tapi disini kita hanya menambah parameter di Grub bootloader nya saja. Kalau sobat pasang di Legacy sobat cari menu.lst dan apabila di UEFI cari grub.cfg. Sudah dapat? Oke, langsung edit file tersebut lalu tambah kan boot parameter ini di bagian kernel: nouveau.modeset=0. Setelah menambahkan parameter tersebut, voila! Saya bisa masuk ke GUI nya Remix OS.

Dan berikut screenshot dari Remix OS terbaru yang berjalan di laptop saya yang ada Nvidia Optimus nya:

remix_agus
Remix OS

remix_agus
Remix Center

remix_agus
Test browsing

remix_agus
Test GAPPS

Gimana sob? Gampang kan? Oke, sekian dulu dari saya tentang mengatasi layar hitam di Remix OS ini. Apabila ada cara lain, sobat bisa share disini. Dan ingat, do with your own risk sob, hehe. Wasalam.

Update:
Pada Remix OS M atau versi 3.0 yang terbaru, masalah ini sudah fix, tidak perlu lagi menggunakan boot menu nouveau.modeset=0. Artikel nya disini sob!
Share:

Monday, June 20, 2016

Install Hackintosh Sierra Developer Preview Di Acer V5-471G

Selamat berpuasa bagi sobat yang menjalankannya. Pada gelaran Apple WWDC 2016 kemarin, secara resmi mereka mengumumkan macOS Sierra 10.12 sebagai penerus dari OS X El Capitan. Yup, nama "OS X" diubah lagi jadi "macOS", mungkin untuk menyesuaikan nama dengan OS Apple yang lain seperti watchOS, tvOS, dan iOS. Pada hari itu juga Apple langsung melepas versi Developer Preview untuk macOS Sierra.

Apakah Acer V5-471G masih sanggup? Tentunya masih sanggup donk sob. Nah, tanpa basa-basi, disini saya akan langsung share cara pasang hackintosh Sierra Developer Preview 1 ini. Silakan disimak:

Persiapan

1. Puasa gak ada cemilan ;-)

2. Siapkan Flashdisk/HDD external/VMWare/Virtualbox(VMDK) minimal 8GB, format ke HFS+(Mac OS Extended Journaled).

3. Siapkan partisi untuk Sierra, minimal 20Gb di primary jangan di extended/logical. Bagi yang install di MBR, siapkan MBR patch nya.

Pemanasan

1. Ingat sob, bagi pemula cari tau dulu tentang Hackintosh ya! Serius nih!

2. Untuk kext-kext, usahakan cari versi yang paling baru.

3. Bikin installer ke Flashdisk/HDD external/VMWare/Virtualbox(VMDK) tadi, pake metode apa aja boleh, saya pake metode Restore, dan install di GUID.

4. Cari tau juga tentang SIP(System Integrity Protection) ya! Penting nih buat ngoprek.

Pemasangan

Attention: Seluruh tutorial saya ini khusus buat V5-471G dengan spek Core I5-3317U/I3-3217U & Optimus Geforce GT 620M. Kalo untuk variant V5-471G yang lain mungkin sama saja caranya, cuma saya tidak menjamin DSDT/SSDT punya saya jalan di variant selain punya saya ini sob.

1. Colokkan Flashdisk installer Sierra ke port USB yang paling ujung (jangan di USB 3.0 atau port yang di tengah).

2. Pilih Flashdisk installer tadi, nanti akan masuk ke bootloder Clover, masukan bootflag "-v dart=0 darkwake=0 rootless=0 kext-dev-mode=1" (tanpa kutip).

3. Anggap sobat berhasil masuk installer, pilih partisi dimana sobat mau memasang Sierra.

4. Lanjut tekan install, tunggu sampai sukses, kalo sukses dia akan restart sendiri.

5. Setelah restart, pastikan di Clover bootloader sudah centang AICPM Patch dan inject kext, dan masukan kext-kext yang diperlukan di Clover. Kext yang wajib adalah FakeSMC.kext. Ini berguna biar gak kena masalah KP atau GUI gak muncul.

6. Gimana? Udah masuk jendela registrasi? Anggap berhasil, tinggal sobat isi data yang sesuai.

7. Done, alhamdulillah.

Utak-atik dan kondisi

1. Processor Core I5 3317U/Core I3 3217U 1.7GHz turbo boost up to 2.6GHz Ivy Bridge, native support. Patch AppleIntelCPUPowerManagement.kext dan drop SSDT supaya dapat speedstep.

2. Intel HD 4000, work 100%, full Quartz Extreme/Core Image.
Untuk VGA out(biasanya kalo mau presentasi ke proyektor) pake kabel bawaan ga support, sobat mesti beli "HDMI to VGA converter" yang "active", untuk patch HD4000 biar bisa jalan VGA pake kabel bawaan saya belum coba sob, udah terlanjur beli converter soalnya ;-).
Info EDID:
Bagi yang mau utak atik display dengan EDID, ini sudah saya "ekstrak"-an info EDID buat display nya, lihat disini.
Info Monitor:
Banyak penyakit hackintosh, salah satu nya adalah tak mengenali "merk" monitor kita(ya iyalah, lagian siapa suruh install di system non Apple, wekaweka). Untuk mengatasi tersebut, saya punya fix nya, silahkan download file disini, ekstrak lalu copy folder tersebut ke /System/Library/Displays/Contents/Resources/Overrides/(disini), restart. Nanti merk "unknown" nya berubah jadi "Color LCD", lumayan.

3. NVidia GeForce GT620M 1Gb Optimus, tidak jalan, disable saja di Bios (ubah jadi integrated) atau disable via DSDT. Disable optimus bisa menghemat banyak energi atau baterai. CPU jadi dingin sob, saya pernah sampe 38 derajat celcius...;-)

4. Chipset HM77 jalan.

5. Audionya, Intel Panther Point (ALC 271x, another kind of ALC269), pake VoodooHDA yang 2.8.2d6. Atau saya disini pakai AppleALC.kext, dan inject layout id 11 di DSDT, kembalikan AppleHDA.kext ke yang asli nya(vanilla) bukan versi patch, sound input dan output works very well.

6. Ethernet Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN, pake kext RealtekRTL81xx.kext.

7. Login ke Store/iCloud lancar. iMessage/Facetime gak tau dah, belum dapat sumbangan ROM dan MLB ;-p

8. Webcam dan USB 3.0 work gak pake kext.

9. Battery work pake ACPIBatteryManager.kext.

10. Wifi, impossible, ga jalan...:-( --> paling simpel+murah, beli aja sob Mini 150m Wifi usb dongle, work! Atau replace card bawaan dengan card yang cocok dengan hackintosh, ingat waktu replace wifi card, tutup(selotip) dulu Pin20 nya, biar gak di block BIOS.

11. Card reader, ga jalan!

12. Keyboard dan touchpad pake VoodooPS2Controller.kext, ingat pake versi yang terbaru, kalau enggak enjoy the KP.

13. Bluetooth, work OOB!

14. Untuk masalah shutdown yang malah jadi restart, penyebab nya adalah USB 3.0. Jadi kita perlu "defer" USB 3.0 agar masuknya "lewat" port USB 2.0. Nah dalam versi sebelumnya, saya menggunakan kext GenericUSBXHCI.kext plus bootflag "-gux_defer_usb2 -gux_no_idle" biar bisa defer ke USB 2.0, sekarang itu gak bisa lagi sob. Untuk mengatasinya sobat perlu install "FakeCPIID_XHCIMux.kext", dan tadaaaa berhasil men-defer USB 3.0 ke USB 2.0, so si laptop bisa shutdown dengan benar.

15. Restart work! Sleep belum coba.

Overall berjalan mulus sob. Dari segi tampilan tidak banyak berubah dari OS X El Capitan, hanya penambahan beberapa fitur aja sih. Dan yang paling hot, adalah macOS Sierra ini sudah terintegrasi dengan Siri. Oh iya, gak bisa buka aplikasi selain app store? Eksekusi perintah ini di terminal: sudo spctl --master-disable

Namun tentunya ini masih versi Developer Preview 1, bug-bug nya bejibun. Salah satunya, Ethernet mesti "built-in" dan berada di "en0", biar kita bisa ngobrol dengan Siri. Juga aplikasi banyak yang crash, apalagi aplikasi "medicine" buat you know laaah ;-) Nah, biar tambah sip, berikut ini adalah screenshot-screenshot si eneng Sierra di laptop saya:

sierra_agus
macOS Sierra 10.12 Developer Preview 1

sierra_agus
Mission Control

sierra_agus
Disk Utility

sierra_agus
Tampilan Finder nya

sierra_agus
Launchpad tidak berbeda

sierra_agus
Notification Center nya lebih fresh

sierra_agus
Preferences Panes

sierra_agus
The new Safari browser

sierra_agus
Nah ini yang hot, Siri on Mac

sierra_agus
App Store macOS Sierra 10.12

Nah, gimana sob? Tertarik ingin mencicipi? Pokoknya mantap sob. Tapi ingat, ini belum bisa di pakai untuk keperluan harian, masih banyak bug. Kalau sobat mau coba, saya doakan berhasil deh, dan junjung tinggi selalu do with your own risk ya! Sekiranya, sekian dulu sharing dari saya mengenai cara install hackintosh Sierra 10.12 di laptop Acer V5-471G, kalau ada yang salah kata mohon dimaafkan, wassalam.
Share:

Wednesday, May 25, 2016

Gello, Browser Andalan CyanogenMod

Beberapa saat yang lalu, tim CyanogenMod mengumumkan aplikasi browser terbaru besutan mereka sendiri. Browser ini dinamakan Gello Browser. Sebelumnya, sekitar hampir setahun lalu, pengembangan untuk browser ini memang sudah diumumkan. Akhirnya begitu rilis CyanogenMod 13 yang dirasa sudah cukup stabil, tim CyanogenMod merilis Gello Browser ini. Pada build yang lalu-lalu, CyanogenMod selalu memakai browser bawaan dari AOSP(Android Open Source Project). Sekarang, sepertinya Gello Browser bersiap untuk menggantikan peran AOSP Browser di ROM berbasis CyanogenMod 13(Android 6.0).

gello browser agus
Gello Browser. (image source: Android Authority)
Karena saya seorang pengguna CyanogenMod based ROM, tentunya saya juga ingin mencoba bagaimana sih "rasa" nya browser yang pengembangannya bisa memakan waktu satu tahun? Awalnya sih saya tidak begitu tertarik mendengar kabar akan dirilis nya browser ini. Tapi, setelah melihat dan membaca review dari berbagai forum yang begitu "hype" dengan kehadirannya, saya akhirnya jadi di "paksa" untuk penasaran juga. Nah, di postingan kali ini saya akan me-review dikit-dikit lah, bagaimana pengalaman (user experience) saya dalam menggunakan browser ini.

Gello browser berbasis Chromium, artinya browser ini akan mirip dengan Google Chrome. Namun, disamping mirip dengan Google Chrome atau browser Android lainnya, Gello menawarkan beberapa fitur tambahan yang menarik.

gello browser agus

Fitur umum nya pada browser Android sudah tersedia di Gello. Namun yang menarik adalah fitur Edge navigation, yang memungkinkan pengguna hanya dengan swipe ke kiri dan ke kanan untuk menjelajahi history browser kita. Fitur Immersive mode, yang membuat tampilan UI Gello menjadi full satu layar. Dan yang menurut saya keren adalah fitur Colored status bar, ya dengan fitur ini status bar kita akan berubah warna nya mengikuti warna dari sebuah web yang kita kunjungi. Ada juga fitur Night mode, tapi night mode di browser ini beda, dia tidak akan merubah tampilan konten web yang kita kunjungi.

gello browser agus

Selanjutnya ada fitur keren lain sob, yaitu fitur LookLock, fitur ini mencegah aplikasi lain untuk dapat melihat webview dari browser ini, tetapi ini bukan incognito lho. Bagi yang mau hemat batrei, juga ada fitur Power save mode, dengan fitur ini sobat bisa browsing tanpa harus memakai resource sistem yang banyak. Kan semakin banyak aplikasi memakan resource sistem, semakin boros juga energi yang dikeluarkan.

gello browser agus

gello browser agus

Sobat bisa menambahkan web yang sobat sering kunjungi ke dalam tab Favorite, sehingga tidak perlu lagi buka google atau ketik alamat(URL). Dan Save offline, fitur yang berguna untuk menyimpan full halaman web untuk kita buka kembali meskipun kita tidak terhubung dengan internet. Cieee, kedua fitur ini pasti bikin ngiler bagi yang mau ujian, hehe becanda sob, gak boleh nyontek.

gello browser agus

Fitur Incognito mode, andalan bagi yang mau browsing "esek-esek", haha, meski sebenarnya tidak terlalu aman juga sih.

gello browser agus

Nah ini yang menurut saya kemampuan yang di idam-idam kan setiap pengguna browser, yaitu kemampuan yang handal meski menggunakan jaringan yang lelet(low network connection). Memang benar sob, Gello Browser ini boleh dibilang bisa diandalkan ketika kita berada di wilayah yang jaringannya lelet. Apalagi disaat kita sedang boring, kan browsing internet adalah salah satu kebutuhan untuk menghilangkan itu, hehe.

gello browser agus

Meski ukuran nya boleh dibilang jumbo untuk sebuah browser, Gello sangat ringan dipakai, karena tidak banyak memakai RAM. Bisa dibilang seringan Opera Mini atau UC Browser, tapi sobat tentu sudah tau kan kualitas tampilan web ketika di buka di Opera Mini dan UC Browser, jadi mini. Beda dengan Gello yang masih mampu mengoptimalkan tampilan web. Saya tidak merasakan adanya lag yang berarti ketika membuka lebih dari satu tab. Beda dengan Google Chrome atau Firefox atau Opera (bukan Opera Mini), buka tiga tab aja udah bikin hape panas, hehe, maklum hape low end sih.

gello browser agus

Gimana sob? Penasaran juga mau coba browser yang satu ini? Namun untuk saat ini, dukungan resmi untuk browser ini khusus hanya untuk CyanogenMod 13 saja. Jadi nya, para developer tidak akan merespon kendala yang terjadi jika sobat memasang browser ini di ROM selain CyanogenMod 13. Sobat bisa saja memasang browser ini di ROM selain CyanogenMod 13, file installer atau apk nya bisa sobat download disini. Tapi, saya tidak menjamin browser ini akan berjalan sempurna di ROM selain CyanogenMod 13.

Gello browser sendiri, tersedia secara default pada CyanogenMod 13 build 22 Mei 2016. Artinya untuk CyanogenMod 13 build sebelum itu, sobat bisa memasang sendiri installer atau apk nya, pake link diatas juga bisa. Dan berikut ini adalah info dari sistem yang saya gunakan, juga info resource sistem yang di gunakan oleh browser ini:

gello browser agus

gello browser agus

Oke, dan berikut ini adalah beberapa kesimpulan setelah saya memakai browser ini di smartphone saya:

Kelebihan:

- Sangat handal di jaringan lelet.
- Tidak banyak memakan resource sistem, jadi akan ringan saat di gunakan.
- Fitur tambahan nya awesome!
- Disediakan secara default (terintegrasi) dengan ROM, jadi otomatis ikut terupdate jika kita update ROM.
- Kompresi web yang tidak mengubah tampilan web secara signifikan.

Kekurangan:

- Ukuran file installer atau apk nya jumbo untuk sebuah browser.
- Khusus disediakan untuk CyanogenMod 13, artinya terbatas untuk ROM lain bahkan untuk CyanogenMod versi sebelumnya, setidaknya untuk saat ini.
- Untuk saat ini, belum tersedia in-built AdBlocker(you know lah, hehe).
- Dan masih belum cukup stabil sih menurut saya. Kita tunggu update selanjutnya.

Nah sekiranya sekian dulu review kecil-kecilan dari saya tentang pengalaman menggunakan Gello browser dari CyanogenMod. Apabila ada salah kata mohon di koreksi, dan apabila sobat ingin share juga pengalaman memakai Gello browser bisa di komen, biar sama-sama belajar. Akhir kata saya ucapkan wassalam.
Share:

Langganan Artikel Gratis
Masukan alamat email:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Join now?